Bumbu Bali Dalam Ampela dan Mie

Klungkung selalu menarik hati karena banyak menyimpan misteri. Sebagai bagian dari Bali, Klungkung tetap memberikan pesona berbeda walaupun di saat saya hanya ingin sekedar melali. Sore itu, misi saya selain melali (berjalan jalan) untuk merasakan atmosfer klungkung, juga untuk bertugas sebagai penilai dalam suatu lomba bergengsi. Lomba Teatrikal tingkat SD, SMP dan SMA. Menurut penuturan teman juri saya yang juga adalah local boy Klungkung, lomba teatrikal ini adalah ajang adu gengsi setiap tahun. Diselenggarakan oleh pemerintah Klungkung. Pergulatan lomba ini menghabiskan waktu sampai 3 jam. Hingga pada akhir perlombaan, kami memutuskan penampil terbaik sebagai juara utama lomba ini.

Setelah berada dalam hiruk pikuk lomba, kini kita akan memasuki cerita lain yang tidak kalah asyik. Suasana malam ketika harus mencari makanan. Wisata kuliner yang awalnya ingin dilaksanakan di areal pasar senggol harus berubah tatkala jam menunjukkan waktu yang cukup larut. Tidak kehabisan akal, teman local boy saya mengajak ke sebuah tempat makan sekaligus tempat nongkrong yang cukup hits di kawasan Klungkung.

Saat mencapai lokasi yang bernama Pitch, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun nuansa di tempat ini terasa ramai walau jalanan tetap sepi. Sambil menilik menu yang akan dipesan, saya memandangi suasana Pitch yang dibuat sangat anak muda namun bersahaja. Tidak tahan terlalu lama memilih, saya pun memilih dua macam makanan yang menurut saya unik. Ampela Base (bumbu) Bali dan Mie Goreng Base Bali.

Sensasi pertama yang dapat dirasakan adalah rasa dari bumbu Bali yang sudah terkenal kuat. Ampela dengan campuran kacang sanggup membuat sibuk mulut mengunyah asyik sembari mengobrol santai. Ketika menikmati sajian mie Bumbu Bali, hal yang sama terasa kembali. Walaupun agak aneh di awal karena terbiasa menikmati mie dengan rasa yang umum, namun bumbu Bali yang disajikan pada akhirnya membuat nagih. Perpaduan bumbu Bali dengan padanan makanan yang ‘tumben’ diolah ini adalah suatu cara keren untuk mempopulerkan kembali nuansa rasa lama dengan tampilan yang berbeda. Saya dan teman saya pun menghabiskan makanan dan waktu dengan santai tanpa terburu sambil menikmati suasana Klungkung yang adem di malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *