Kegelisahan Soe Hok Gie

Dia adalah seorang aktivis – demonstran sejati. Berempati kuat pada rakyat jelata, Soe Hok Gie adalah humanis yang memimpikan dunia tanpa perang, bebas dari kebencian dan pembunuhan atas dasar dan alasan apapun. Pemikiran Hok gie terlampau tinggi bagi kawan kawan di masa nya. Pemikirannya yang terlampau mewah bagi rakyat yang mendapatkan empati besar dirinya harus tertampar kenyataan tatkala dunia ideal yang diimpikannya harus runtuh dalam pergerakan pergulatan politik.

Hok gie melawan! Melalui retorika Lisan dan tertulis seperti dalam buku Catatan Seorang Demonstran, Ia menjadi penggerak sebagai manusia politik yang menginginkan kehidupan ideal bagi masyarakat. Tidak segan segan ia mendemo presiden Soekarno yang dianggap tidak mampu membawa Indonesia naik di akhir tahun 65 an. Dimasa orde baru, ia pun akan langsung melawan ketika para jendral hanya bergelimang harta tanpa peduli keadaan rakyat. Yang artinya Ia akan berseberangan dengan kawan kawan perjuangannya yang telah menduduki kursi nyaman dewan.

Hok Gie selalu gelisah. Pencariannya akan dunia ideal selalu terbentur pada kenyataan pahit. Ide – idenya revolusioner. Hok gie adalah seorang pemikir yang selalu marah pada hal apapun yang merusak tatanan bernegara. Tatanan yang seharusnya mampu menaungi khalayak banyak. Bukan hanya kepentingan kelompok semata.

Hok gie yang gelisah itu pun selalu membawa dirinya mendaki gunung untuk sekedar lepas dari penatnya pergerakan politik kampus. Hingga kepulangannya yang bertolak belakang dari puluhan demonstrasi dan long march yang Ia pimpin untuk mengembalikan amanat rakyat kepada rakyat, bukan kepada para dewan yang tak bergeming akan situasi masyarakatnya sendiri.

Hok gie meninggal di puncak gunung Semeru karena menghirup gas beracun. Kepulangannya hanya di saksikan beberapa kawan baik dan kesunyian gunung tempat hok gie meliburkan dirinya yang resah. Beberapa jam sebelum Ia merayakan hari kelahirannya yang ke 27 tahun.

Lewat puluhan tulisan yang diwariskan, hok gie pada akhirnya menjadi sebuah cerita bahwa pernah ada seorang pemikir – aktivis yang akan selalu memiliki keberpihakan pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *