Kiat Marketing Sukses Versi Hermawan Kartajaya

Dunia marketing adalah dunia yang baru bagi saya. Tentunya baru jika dikatakan secara profesional. Kalau versi non profesional, semisal jual menjual sesuatu yang ringan, yah, masih dalam fase bolelah. CGT kalau dikatakan oleh orang Bali. Cukup Good Tho.

Nah, pagi itu saya sedang menjalankan tugas, yang entah bagaimana, akhirnya terdampar di sebuah seminar marketing di bilangan Denpasar. Jika dijabarkan tentang apa yang saya lakukan di pagi itu, tentu cerita menjadi berliku. Dengan kekuatan bulan purnama, kisah ini segera saya skip hingga saya berada di salah satu dari kerumunan yang memadati ruangan dengan kapasitas sekitar 500an kursi. Setelah menyaksikan dengan telaten, saya baru menyadari, peserta seminarnya terdiri dari gubernur Bali, kepala perusahaan, pimpinan cabang dan kawanannya. Sepintas saya berfikir, “ini acara apa sih?” Iseng saya melihat ke arah dinding, “MARKETING JAMAN NOW” dipersembahkan MarkPlus dengan pembicara Hermawan Kartajaya.

Baiklah. Saya sangat beruntung. Berada di sebuah festival marketing yang diisi oleh salah satu pakar pemasaran terkenal di Indonesia. Juga saya baru tahu, jika tiket masuk untuk event Indonesia Marketeers Festival 2018 ini adalah 750k per person. Oke. Saya menjadi bersemangat. Setidaknya penugasan saya di event ini akan berbuah sesuatu yang menggembirakan. Feeling saya mengatakan, “I’ll get a lot from here!”

Hari panjang di event itu berbuah sangat manis. Bertemu dengan kawan baru. Mendapatkan cerita dari pelaku bisnis tingkat atas. Serta tentu saja, sharing ilmu dari sang bintang utama, Hermawan Kartajaya. Sebagai seorang pelaku di bidang yang bahkan diakui di tingkat PBB, saya merasa sangat betah mendengarkan kisah beliau hingga hampir 3 jam. Tentu tidak mendengarkan hal ala ala motivator semata. Ini lebih kepada pengalaman, ilmu dan strategi untuk menghadapi dunia pemasaran ke depan.

Mulai dari kita yang sebaiknya bersiap tentang ancaman VUCA di dunia terkini, memaksimalkan DAMO dan konsep pemasaran 3.0 yang sudah berubah menjadi OMNI. Bingung? Awalnya saya juga bingung, tapi kembali lagi, semua disajikan dengan sangat apik oleh sang pemilik acara. VUCA yang menjadi cerminan hari ini adalah kondisi bingung, cepat, agresif serta tidak menentu yang pada akhirnya berpengaruh dengan kehidupan manusia. Untuk itulah, DAMO sebagai salah satu aspek yang dianggap mampu menyeimbangkan perubahan pesat ini disinyalir mampu mengontrol perubahan agresif yang dibawa oleh VUCA. Wacana ini tentu sangat sering didengar apalagi jika pernah mendengarnya langsung dari owner Alibaba, Jack Ma.

Mengadaptasi perubahan tersebut, Hermawan Kartajaya menyamakan kemampuan dan ilmu pemasarannya menjadi level OMNI. Sebuah teknik yang menggabungkan pola digitalisasi jaman now dengan konsep tradisional yang lebih in touch to human tanpa melupakan pendekatan Marketing 3.0 yang tetap memiliki taji hingga detik ini.

Percayalah. Walaupun penjelasan saya terkesan singkat dan (pastinya) sulit untuk dipahami, semua ini adalah kesimpulan yang saya dapatkan selama 180 menit. Memang jika pakarnya langsung yang berbicara, semua menjadi masuk akal. Saya bukan pakar. Saya hanya orang beruntung yang kesasar. Ke tempat berkumpulnya orang – orang yang memiliki gagasan besar. Uh, hari yang membuat semangat terbakar. Setelah ini saya menjadi lapar. Hmm, makan malam hari ini sepertinya akan sangat nikmat dilakukan di pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *