Konflik Politik Deception Point yang Rumit

Buku buku ciptaan Dan Brown memberikan nuansa thriller dengan detail yang sangat mengesankan. Mengingat beberapa buku nya yang lain tentang sejarah dan kebudayaan, Deception Point malah sangat detail terhadap pola politik dan misi nya mengatasnamakan keamanan Nasional Amerika. Adanya konflik kepentingan antara Nasa, senator yang ambisius, Gedung Putih dan beberapa ilmuwan sipil yang harus berhadapan dengan tentara khusus dalam sebuah wacana besar tentang antariksa.

Deception Point merupakan buku terakhir yang akhirnya dapat dikoleksi setelah Digital Fortress, Da Vinci Code, Angels and Demon, The Lost Symbol dan Inferno. Serta menjadi pelengkap yang menarik untuk merayakan terbitnya buku terbaru, oktober mendatang, dengan judul Origin. Perbedaan yang signifikan terlihat dari pola penceritaan Deception Point yang sedikit lebih lambat dibandingkan dengan buku lainnya.

Seakan petualangan profesor Langdon yang langsung menggebrak di halaman awal pada Da Vinci Code / The Lost Symbol tidak terlalu kentara bagi Rachel Sexton yang fokus akan konflik diri dan diskusi pemecahan misteri yang mengerucut pada aksi bernuansa thriller pada 1/4 awal buku deception point. Setidaknya Dan Brown mengetahui apa yang dia lakukan. Ini adalah sebuah peringatan lain bagi pencinta Novel action thriller yang gemar dengan konsep konspirasi. Buah karya Dan Brown dapat menjadi pilihan yang bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *