Menjajal Koalisi Smartfren: Starter Pack Bali United dan Andromax M3Z

1

Sore itu saya dan beberapa teman bertemu kawan – kawan Smartfren dari Ibukota. Berkumpul di sebuah cafe di bilangan Denpasar, Bali, kita berbincang akrab tentang segala hal dan semua topik yang bisa kita bahas dalam waktu yang singkat. Semakin malam suasana semakin terasa riuh. Oleh gelak tawa dan topik yang berkembang secara acak namun terasa menyenangkan. Tidak terasa sudah 3 jam kami bertemu. Waktu jualah yang memisahkan. Sebelum pergi, satu persatu dari kami dibekali satu kartu perdana, starter pack seri Bali United dan 3 voucher bernilai masing – masing 100.000 rupiah. “Sebagai tanda perkenalan dari kami”, ujar mereka. Tentu saja dengan senang hati kami menerimanya.Dua hari kemudian, saya ingat pernah memiliki modem Andromax M3Z. Setelah memporak – porandakan setengah isi kamar, bentuk kotak lucu imut imut modem itu pun saya temukan. Tanpa tedeng aling – aling, saya memasukkan kartu perdana Smartfren dan mengaktivasinya. Setelah hidup, saya memasukkan satu voucher sebagai uji coba. Baiklah. Untuk satu voucher bernilai 100.000, saya mendapatkan 15GB kuota internet dan 15GB Kuota malam. Ditambah 3 GB Kuota malam karena memakai kartu baru. Oke. Sounds good. Lumayanlah untuk berselancar di dunia maya selama sebulan.

Secara performa, saat saya menggunakan jaringan 4G LTE Smartfren di daerah Denpasar dan perbatasan Gianyar, sinyal dalam kondisi prima. Modem yang saya taruh di tas sekaligus sebagai teman berjalan saya ke beberapa tempat tetap kondusif walaupun terasa agak panas di baterai modem (Sepertinya karena cuaca panas yang memang mendominasi ketika saya melakukan tes ini). Tapi overall, tidak ada hambatan untuk berinternet ria (kecuali jika baterai HP saya habis. hahaha). Setidaknya, dari pandangan saya, Smartfren sudah memperbaiki banyak hal selain dari segi pelayanan internetnya. Segi servis dan pembelian pulsa untuk dikonversi menjadi kuota tidak segarang dahulu mahalnya.

Sempat absen beberapa lama karena merasa terlalu mahal untuk membeli kuota, kini tidak terasa seperti itu. Dalam kunjungan saya ke Gerai Smartfren di jalan pulau Kawe, saya menemukan berbagai inovasi termasuk gadget andalan mereka. Handphone non touchscreen ala gaya lama tapi mampu digunakan untuk berinternet dan berWhatsapp. Hmm.. cukup menggoda bagi saya yang lama tumbuh di era tersebut. Ada juga modem yang langsung menjadi Powerbank. Ahay. Ada ada saja inovasi keren dari Smartfren. Serta tentu saja, harga kuota yang, seperti saya bilang di awal, tidak “segalak” dulu.

Saat saya membuat tulisan ini, sinyal Smartfren melalui perangkat Andromax masih setia menemani. Masih terlihat baik dan tetap stabil. Mari kita lihat performanya dalam 3 bulan ke depan. Oke?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *