Salah Satu Cara Sederhana untuk Bahagia

Masih terngiang dalam ingatan ketika berumur 10 tahun. Saat hal yang paling berat adalah mengerjakan PR dan bangun pagi. Oh ya, juga bermain hingga lupa waktu. Jika terjadi, orang tua pasti akan marah “Ini sudah mau malam!” Sembari menjewer dengan spontan. Sambil mendengar omelan ibu, kita menyadari bahwa rumah, ruang bermain dan sekolah adalah dunia kita yang luas.

10 tahun kemudian, dunia menjadi berwarna. Pertemanan ala remaja serta kisah cinta yang berbunga bunga. Di masa ini, PR tidak menjadi momok. Kesibukan organisasi intra dan ekstra sekolah hingga kuliah terasa mengasyikan. Bertualang hingga bengong di depan api unggun saat malam menjelang. “Mau jadi apa saya nanti?” Pikiran yang muncul dari tanggung jawab yang mulai matang. Tidak lagi sekedar bisa bangun pagi dan merapikan tempat tidur tapi sudah kepada membangun kesadaran dan mempersiapkan hidup berdikari.

Satu dasawarsa berlalu. Dunia sudah berbeda dari yang pernah dibayangkan. Setelah berteman sekian banyak, meniti pendidikan kurun tahunan, pergi pulang segala penjuru, sudah saatnya untuk mulai menentukan arah kehidupan yang lebih pasti. Memastikan pekerjaan yang menghasilkan. Memastikan perjalanan cinta sejati. Memastikan keluarga masa depan baik baik saja.

Bagaimana menjaga “baik” saat ini? Masa di mana semua hal berubah sangat kilat. Lebih cepat dibandingkan kehidupan pendahulu kita di jaman dulu.

Cara lama diaplikasikan belum tentu sesuai dengan kondisi terkini. Peluang dan resiko tumbuh berkembang bersama. Untuk mencapai kestabilan hidup di jaman now, terasa harus ‘bekerja lebih keras’ dibandingkan dulu. Tabungan tidak selalu menolong. Bisa apa kita jika dalam waktu dekat ada sesuatu yang terjadi dan tabungan kita tiada memadai untuk menyelesaikannya? Sedangkan yang pasti, nilai uang naik namun perlahan tapi nilai kebutuhan meroket bak tanpa juntrungan.

Untungnya seperti yang diutarakan di awal, selain resiko yang tumbuh mengikuti masa, peluang mengiringi dengan setia. Salah satu peluang itu bisa saya sebut sebagai Asuransi. Disini saya sedikit berbagi sebagai sesama khalayak umum yang (kebetulan) mengetahui manfaat asuransi dalam hidup di masa kini. Sebagai sebuah solusi tepat guna di kehidupan yang serba cepat. Untungnya, tidak ada kata terlambat untuk berbagi.

Kita tidak pernah menginginkan hal yang buruk terjadi dalam hidup. Namun tidak ada salahnya kita mulai melindungi diri. Keuntungan asuransi justru terletak dari bagaimana kita mampu mengoptimalkan hasil kerja tanpa kehilangan guna dan perlindungan bagi diri dan keluarga kita. Memang kita perlu mengetahui produk asuransi apa saja yang sesuai dengan kebutuhan kita. Beberapa yang berguna adalah Unit Link dan Asuransi Jiwa. Yang pertama berbicara tentang proteksi dan investasi. Yang kedua tentu tentang proteksi. Pengalaman keluarga pada akhirnya membuka kesadaran saya pada perlindungan asuransi. Tanpa adanya proteksi dan investasi dini, sesuatu yang dulu dapat diselesaikan secara sederhana, di masa ini bisa menjadi kompleks. Saya dan keluarga mengalaminya. Dan itu berat. Cukup saya saja.

Memastikan semua berjalan “baik” adalah tujuan saya sebelum menginjak umur 40. Lewat proteksi dan investasi dini, saya dapat memastikan bahwa dunia sekolah, ruang bermain, rumah, masa cinta serta pertemanan anak anak saya kelak tetap sekomplit seperti yang saya dapatkan dahulu. Karena mampu melindungi dan melihat mereka bahagia adalah kebahagiaan dan investasi terbaik bagi saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *